Jumat, 29 Maret 2013

Pendekatan Perilaku Konsumen



Perilaku Konsumen .....


         Masing - masing konsumen merupakan pribadi yang unik . Konsumen yang satu dengan yang lainya mempunyai kebutuhan yang berbeda dan perilaku yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan nya . Namun , dalam perbedaan - perbedaan yang unik itu ada suatu persamaan , yaitu setiap konsumen berusaha untuk memaksimalkan kepuasaanya dalam mengonsumsi suatu barang. Teori perilaku konsumen dapat menjelaskan bagaimana cara seorang konsumen memilih suatu produk yang diyakinin dapat memberi kepuasaan maksimum denga dibatasi oleh pendapatan dan harga barang. Konsep dasar perilaku konsumen menyatakan pada umunya selalu mencapai itulitas yang maksimal dari pemakai benda yang dikonsumsinya . Utilitas adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang atau dengan kata lain kepuasan yang diterima dari pengguna atau pengonsumsi barang dan jasa tersebut . Ada 2 macam pendekatan didalam teori perilaku konsumen yaitu Pendekatan Kardinal dan Pendekatan Ordinal .


Pendekatan Kardinal


       disebut juga dengan pendekatan marginal itulity .Pendekatan kardinal dalam analisis konsumen didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari konsumsi suatu barang dapat diukur dengan satuan tertentu seperti uang , jumlah atau buah . Semakin besar jumlah barang yang dikonsumsi , semakin besar pula tingkat kepuasaan konsumen . Konsumen yang relasional akan berusaha memaksimumkan kepuasaanya dengan pendapatan yang lebih .Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumi


Pendekatan Ordinal


       Disamping pendekatan kardinal , dalam hal konsumsi kita juga mengenal pendekatan ordinal . Pendekatan Ordinal digunakan karena pendekatan kardinal memiliki beberapa kelemahan , antara lain karena pendekatan kardinal bersifat subjektif dalam penentuan nilai guna total dan nilai guna marjinal , sebagian besar ekonomi saat ini menolak pendekatan kardinal yang hanya membahas konsumsi barang-barang sederhana seperti es krim / kopi . Mereka memperkenalkan pendekatak ordinal yang lebih memberi penekanan bahwa " barang A lebih saya sukai daripada barang si B" . Pendekatan ordinal membuat peringkat atau urutan-urutan kombinasi barang yang dikonsumsi .


Persamaan Kardinal dan Ordinal:
Persamaan kardinal dan ordinal yaitu sama-sama menjelaskan tindakan konsumen dalam mengkonsumsi barang-barang yang harganya tertentu dengan pendapatan konsumen yang tertentu pula agar konsumen mencapai tujuannya (maximum utility)

Perbedaan kardinal dan Odinal :
Pandangan antara besarnya utility menganggap bahwa besarnya utiliti dapat dinyatakan dalam angka atau bilangan.. Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan.dalam bilangan atau angka. Analisis kardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy(pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama .


Konsep Elastisitas

      Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Definisi lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.
Konsep elastisitas ini digunakan untuk meramalkan apa yang akan barang/jasa dinaikkan. Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah penting.
4 konsep elastisitas yang umumnya dipakai dipakai dalam teori ekonomi mikro :

1. Elastisitas harga permintaan (Ed)
2. Elastisitas harga penawaran (Ws)
3. Elastisitas silang (Ec)
4. Elastisitas pendapatan (Ey)

Berikut ini penjelasannya :

1. Elastisitas harga permintaan (Ed)digunakan untuk mengetahui besarnya perubahan jumlah barang yang diminta
akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri.Macam-macam Elastisitas Permintaan :

E > 1 : Elastis

Permintaan elastis terjadi jika perubahan permintaan lebih besar dari perubahan harga. E > 1, artinya perubahan harga diikuti jumlah permintaan dalam jumlah yang lebih besar. Contoh: barang mewah.E <> In Elastis
Permintan in elastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan permintaan.
E <> artinya perubahan harga hanya diikuti perubahan jumlah yang diminta dalam jumlah yang relatif lebih kecil. Contoh: permintaan terhadap beras.
E = 1 : Unitary
Permintaan elastis uniter terjadi jika perubahan permintaan sebanding dengan perubahan harga. E = 1, artinya perubahan harga diikuti oleh perubahan jumlah permintaan yang sama. Contoh: barang-barang elektronik.
E = 0 : In Elastis Sempurna
Permintaan in elastis sempurna terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan. E = 0, artinya bahwa perubahan sama sekali tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah permintaan. Contoh: obat-obatan pada waktu sakit.
E = ~ : Elastis Sempurna
Permintaan elastis sempurna terjadi jika perubahan permintaan tidak berpengaruh sama sekali terhadap perubahan harga. Kurvanya akan sejajar dengan sumbu Q atau X. E = ~ , artinya bahwa perubahan harga tidak diakibatkan oleh naik-turunnya jumlah permintaan. Contoh: bumbu dapur.



Hal-Hal Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

1. Tingkat kemudahan barang yang bersangkutan untuk di gantikan oleh barang yang lain.2. Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan.
3. Jangka waktu analisa.
4. Jenis barang.

Rumus untuk mernghitung besarnya elastisitas :Ed= ((Q2 – Q1)/ Q1) / ((P2 – P1)/P1)
Ed=(ΔQ/Q) / ( ΔP/P)
2. Elastisitas harga penawaran (Ws)

Elastisitas penawaran adalah tingkat perubahan penawaran atas barang dan jasa yang diakibatkan karena adanya perubahan harga barang dan jasa tersebut. Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut diukur dengan angkaangka yang disebut koefisien elastisitas penawaran dengan lambang ES (Elasticity Supply).Macam-macam Elastisitas Penawaran :

Seperti dalam permintaan, elastisitas penawaran dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu1. In Elastis Sempurna (E = 0)

Penawaran in elastis sempurna terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah penawaran.

2. In Elastis (E < e =" 1)"> 1)

Penawaran elastis terjadi jika perubahan harga diikuti dengan jumlah penawaran yang lebih besar.

5. Elastis Sempurna (E = ~)

Penawaran elastis sempurna terjadi jika perubahan penawaran tidak dipengaruhi sama sekali oleh perubahan harga, sehingga kurva penawaran akan sejajar dengan sumbu Q atau X pada umumnya.


Rumus untuk mernghitung besarnya elastisitas :Es = ((Q2 – Q1) / ½ (Q2+Q1)) / ((P2 – P1) / ½ (P2 + P1))
Es = (∆Q / ½ (Q1+Q2)) / (∆P / ½ (P1+P2))


3. Elastisitas silang (Ec)Untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang lain yang berubah, yaitu harga barang yang ada kaitanya dengan barang tersebut yang berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi.

Rumus untuk mernghitung besarnya elastisitas :Ec=(( QX2 – QX1 ) / ½ (QX1 + QX2)) / ((PY2 - PY1) / ½ (PY1 + PY2))
Ec= (∆ QX / ½ (QX1 + QX2)) / (∆ PY / ½ (PY1 + PY2))
4. Elastisitas pendapatan (Ey)
Untuk mengukur perubahan jumlah barang yang diminta akibat dari adanya perubahan pendapatan dalam rumus dituliskan sebagai berikut:
Ey= ((Q2 – Q1) / ½ (Q1 + Q2)) / ((I2 - I1)/ ½ (I1+ I2))Ey= (∆ Q / ½ (Q1 + Q2)) / (∆ I / ½ (I1 +I2))






Sumber :

http://definisipengertian.com/2011/pengertian-konsumen/

http://www.marketbisnis.com/forum/showthread.php?2880-Konsep-elastisitas

http://iwakbakar.wordpress.com/2012/03/29/pendekatan-perilaku-konsumen/


Anesia Puji Kinanti

10111842

2KA15


Penentuan Harga Permintaan Dan Penawaran



Permintaan Dan Penawaran


           Permintaan tercipta apabila kita ingin memiliki keinginan untuk membeli barang atau jasa dan juga tentunya disertai kemampuan untuk membayarnya jadi bisa ambil kesimpulan Permintaan adalah sebuah keinginan yang ada pada diri masing- masing individu untuk membeli suatu barang atau jasa pada tingkat kemampuan harga dan waktu tertentu. Jadi permintaan itu akan timbul bila kita memiliki suatu keinginan untuk memiliki sesuatu hal tersebut . Ada tiga hal yang berkaitan dengan konsep-konsep permintaan yang pertama yaitu kuantitas berdasarkan harga barang itu sendiri , harga barang lain , pendapatan dan selera , jadi permintaan disini itu harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing karena setiap masing-masing individu itu berbeda – beda misalnya dari segi pendapatan dan segi selera , lalu yang kedua ada keinginan dari konsumen itu sendiri disertai dengan kemampuan yang dimiliki juga oleh masing-masing konsumen itu sendiri , lalu yang ke tiga ada kuantitas yang diminta dinyatakan dalam satuan waktu misalnya kuantitas baju yang diminta di kota depok adalah 2000 stel , nah ini harus jelas permintaan 2000 ini aapakah per bulan , per minggu atau per hari .


Ada beberapa faktor yang menyinggung dengan faktor yang menentukan besarnya faktor permintaan diantaranya harga barang dan jasa itu sendiri,harga barang dan jasa lain , pendapatan , selera dan juga jumlah penduduk . Semakin tinggi harga , semakin rendah jumlah yang diminta . Sebaliknya , semakin rendah harga suatu barang dan jasa semakin banyak jumlah yang diminta . Pada intinya tadi itu adalah isi dari Hukum Permintaan.


Faktor-faktor yang dapat memperngaruhi permintaan :

A. Harga barang 

Jika harga semakin tinggi maka akan rendah permintaan dan sebaliknya jika harga semakin rendah maka akan tinggi permintaan.

B. Jumlah Pendapatan

Jika semakin tinggi pendapatan seseorang maka akan semakin tinggi juga permintaan dan sebaliknya Jika semakin rendah pendapatan maka akan menurun juga permintaan yang diinginkan.

C. Jumlah Penduduk

Jumlah konsumen akan memperngaruhi kuantitas total barang dan jasa maka semakin besar jumlah penduduk , semakin besar pula permintaan barang dan jasa dan sebaliknya.

D. Selera Mayarakat

Jika selera masyarakat meningkat maka akan tinggi juga permintaan yang ada dan sebaliknya.

E. Perkiraan dan Harapan Masyarakat

F. Hari Raya Keagaaman

G. Kondisi Sosial dan Ekonomi


         Sebagaimana permintaan,faktor harga juga merupakan faktor yang menentukan berapa banyak barang yang akan ditawarkan kepada konsumen dari produsen .Kalau harga tinggi,maka produsen mempunyai kesempatan menawarkan barang sebanyak mungkin,sebaliknya jika harga turun atau murah , produsen akan membatasi melakukan kegiatan produksi karena biaya belum dapat tertutupi .Sadar tidak sadar,hamper semua barang yang kita gunakan adalah produksi orang lain atau pihak lain.Penawaran tidak mempersoalkan jauh dekatnya produsen,tetapi mempersoalkan kuantitas dari barang itu sendiri. Penawaran adalah kuantitas barang dan jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode tertentu.


Selain faktor harga,penawaran pun dipengaruhi oleh beberapa faktor lain misalnya harga bahan baku , tingkat teknologi ,jumlah produsen dipasar , serta perkiraan . Semakin tinggi harga , semakin tinggi pula kuantitas barang dan jasa yang ditawarkan . Sebaliknya , semakin rendah harga suatu barang dan jasa , semakin rendah juga pula kuantitas barang dan jasa yang ditawarkan . Pada intinya tadi itu adalah isi dari Hukum Penawaran.


Faktor-Faktor yang mempengaruhi Penawaran :


A. Kemajuan Teknologi

B. Biaya Produksi

C. Persediaan Sarana Produksi

D. Peningkatan Jumlah Produsen

E. Peristiwa Alam

F. Harapan Produsen

G. Barang dan Jasa Lain.


Penentu Harga Keseimbangan


           Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Keseimbangan harga merupakan titik temu antara permintaan dan penawaran yang
merupakan proses alami mekanisme pasar. Permintaan/pembeli berusaha untuk mendapatkan barang/jasa yang baik dengan harga yang murah, sedangkan penawaran/penjual berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Akibat dari tarik-menarik/tawar-menawar antara permintaan dan penawaran, maka akan tercapai titik temu yang disebut keseimbangan harga.
Masalah harga berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya langkah dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang dinyatakan uang. Oleh karena itu harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan.penawarannya.
Contoh :
Jika diketahui fungsi permintaan 800-20Q dan fungsi penawaran -400+20Q.
Tentukan keseimbangan pasarnya !
Dik :
Pd = 800 – 20Q, Ps = -500 + 20Q
Pd = Ps
800 – 20Q = -400 + 20Q
800 + 400 = 20Q + 20Q
1200 = 40Q
Q = 1200 : 40
Q = 30 Pd = 800 – 20Q
= 800 – 20 (30)
= 800-600
= 200
Jadi, keseimbangan pasar pada harga Rp.200,- jumlah barang yang diperoleh yaitu 30 unit.





Sumber:

http://keripiku.blogspot.com/2012/03/teori-permintaan-dan-penawaran-serta.html

http://maulbaikyah.blogspot.com/2010/03/penentuan-harga-keseimbangan.html

http://blog.student.uny.ac.id/ayunitasari/2010/12/08/permintaan-penawaran-harga-keseimbangan/






Anesia Puji Kinanti


10111842


2KA15

Sabtu, 23 Maret 2013

RUANG LINGKUP EKONOMI




Masalah Ekonomi


        Pada dasarnya Masalah Ekonomi ada dua yaitu Masalah Ekonomi Klasik dan Masalah Ekonimi Modern , Masalah Ekonomi Klasik terdiri dari tiga masalah ekonomi yaitu Produksi , Distribusi dan Konsumsi .Ketiga aspek ini harus dikelola sedimikian rupa agar tercipta hasil yang maksimal demi kemakmuran masyarakat . Sedangkan Masalah Ekonomi yang dikemukakan oleh pengamat ekonomi modern dan klasik pada prinsipnya sama hanya penekanan nya yang berbeda , masalah ekonomi modern ada tiga masalah pokok yaitu Apa dan Berapa yang di produksi ? , Bagaimana cara memproduksi ? , dan untuk siapa barang itu diproduksi . Dalam hal ini saya akan membahas tentang Masalah Ekonomi Modern


Apa dan Berapa yang di Produksi ?


        Dalam hal ini yang menjadi masalah adalah jumlah barang dan jumlah yang akan di produksi , karena sumber daya yang terbatas , masyarakat harus memutuskan apa yang harus diproduksi , misalnya akan memproduksi barang-barang rumah tangga , makanan , obat-obatan atau barang-barang elektronik an yang lain nya , setelah memilih barang apa yang akan di produksi kita juga harus memikirkan berapa jumlah barang yang akan kita produksi karena tidak mungkin kita memproduksi suatu barang tetapi daya tarik barang tersebut terhadap konsumen tidak baik , bila begitu kita sebagai yang memproduksinya akan mengalami kerugian , kita juga harus memikirkan sumber daya yang akan digunakan dalam pembuatan suatu barang tersebut. Keputusan untuk memproduksi apa dan berapa harus dipikirkan secara cermat dan matang, terutama dalam penggunaan dana , sumber daya manusia , tempat dan kita juga harus dapat menjelaskan mengapa kita harus memproduksi barang tersebut . Jika sudah diputuskan ingin memproduksi apa dan berapa jumlah yang akan diproduksi tetapi itu tergantung pada kondisi ekonomi dan system ekonomi yang ada pada Negara itu sendiri.


Bagaimana Cara Memproduksi?


             Setelah memutuskan untuk memproduksi apa dan berapa jumlah yang akan diproduksi kita juga harus memikirkan bagaimana cara memproduksi barang tersebut.Dalam hal ini lebih membahas teknologi atau metode apa yang digunakan dalam memproduksi suatu barang misalnya butuh berapa jumlah tenaga kerjanya lalu mesin apa saja yang digunakan terus juga bahan mentah atau bahan-bahan apa saja yang diperlukan dalam membuat suatu barang tersebut .Proses dengan Teknologi Padat Karya banyak menggunakan tenaga manusi dengan jumlah produksi yang terbatas karena tergantung dari berapa jumlah manusianya tersebut , jika dengan menggunakan Proses Padat Modal maka yang akan menjadi masalah akan diperoleh darimana uang yang akan digunakan untuk menjadi modal tersebut . Dalam hal yang berkatan tetntang bagaimana cara memproduksinya kita dituntut untuk bagaimana melakukan proses produksi tersebut seefesian mungkin sehingga produksi dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan baik dalam jangka pendek dan dalam jangka panjang.


Untuk Siapa Diproduksi ?


         Dalam hal ini adalah siapa yang akan kita tuju dalam memasarkan produk yang telah kita produksi , mungkin lebih ke bagaimana cara kita mendistribusikanya . Siapa yang akan kita tuju ? lalu apakah barang-barang yang kita produksi itu akan didistribusikan menurut ukuran kelompok , kekayaan atau pendapatan dari masyarakat itu sendiri ,tetapi itu juga tergantung pada ekonomi pasar yang ada , lalu juga pendistribusian itu tergantung pada persaingan yang ada karena banyak sekali yang diproduksi oleh perusahaan atau pabrik-pabrik lain sehingga kita juga harus tetap menjaga kualitas suatu barang yang kita produksi . Jadi pendistribusian tergantung pada ekonomi pasar yang ada.


          Pada dasarnya masalah ekonomi pasti akan ada pada setiap Negara itu sendiri , tetapi hal itu dapat kita atasi apabila kita dapat bekerja dengan baik dalam hal ini misalnya kita akan memproduksi suatu barang kita harus cermat , pintar dan teliti dalam memproduksi suatu barang tersebut .Kita harus memikirkan matang-matang apa yang akan kita produksi lalu berapa jumlah barang yang akan kita produksi jangan sampai barang yang kita produksi itu terlalu berlebihan sehingga dapat menimbulkan kerugian , lalu metode apa yang digunakan dari segi manusia , modal dan alat nya harus seimbang jangan sampai manusia banyak tapi tidak ada modal atau alat , atau bisa juga banyak modal tetapi tidak ada manusia dan alat yang mengolah nya , lalu kemudian untuk siapa kita memproduksi nya itu juga harus kita rencanakan dari awal apa yang kita produksi harus menarik dan berkualitas agar pada ekonomi pasar itu kita tidak kalah saing dengan produksi lain dan juga bagaimana kita mendistribusikan nya secara baik . Ekonomi itu sangat penting bagi suatu Negara dengan baiknya atau tinggi nya Ekonomi dalam suatu Negara maka akan menjadi kesejahteraan bagi para penduduk yang ada di dalam Negara tersebut , tetapi bila ekonomi pada Negara itu tidak baik maka akan timbul lah banyak sekali masalah ekonomi yang ada pada Negara itu sendiri misalnya : kemiskinan dll.


Sistem ekonomi sebagai solusi masalah

       Sistem adalah perpaduan beberapa subsistem yang membentuk sistem itu sendiri , jadi sestem ekonomi adalah perpaduan dari aturan-aturan atau cara-cara yang merupakan satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian.Perbedaan penerapan sistem ekonomi terjadi karena perbedaan kepemilikan sumber daya maupun perbedaan sistem suatu negara


1. Sistem Ekonomi Traditional

Sistem Ekonomi Traditional adalah sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat traditional secara turun menurun , mengandalkan alam dan tenaga kerja . Hasil produksi nya pun terbatas hanya untuk keluarga atau kelompok.

Ciri-Ciri sistem ekonomi traditional :

A. Teknik produksi dipelajari secara turun menurun dan bersifat sederhana

B. Hanya sedikit menggunakan modal

C. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter ( barang dengan barang )

D. Belum mengenal pembagian kerja

E. Masih terikat dengan tradisi

F. Tanah merupakan tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran


2. Sistem Ekonomi Komando

Sistem Ekonomi Komando adalah sistem ekonomi di mana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam pengendalian perekonomian . Jadi hampir seluruh kegiatan ekonomi diselenggarakan oleh pemerintah pusat.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Komando :

A. Semua alat dan sumber daya produksi dimiliki dan dikuasai oleh negara

B. Pekerjaan yang tersedia dan siapa yang akan bekerja ditentukan oleh pemerintah

C. Kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah


3. Sistem Ekonomi Pasar

Sistem ekonomi pasar adalah sistem ekonomi dimana kegiatan produksi , konsumsi dan distribusi dilakukan oleh pihak swasta . Pada sistem ekonomi pasar , pemerintah bertugas membuat peraturan dan mengawasi pelaksanaanya

Ciri-Ciri sistem ekonomi pasar :

A. Semua sumber produksi menjadi milik masyarakat

B. Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi

C. Masyarakat terbagi atas 2 Golongan yaitu Golongan pemberi kerja dan Golongan Penerima kerja

D. Timbul persaingan dalam masyarakat

E. Setiap kegiatan ekonimo didasarkan dalam mencari keuntungan

F. Kegiatan ekonomi selalu mempertimbangkan keadaan pasar.\


4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi dimana pemerintah dan swasta ( masyarkat) saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi . Tujuan pemerintah dalam campur tangan ini adalah agar perekonomian tidak lepas kendali sama sekali dan tidak hanya menguntungkan pemilik modal besar.. Jadi pemerintah dan masyarakat saling bahu - membahu melaksanakan kegiatan ekonomi.



Sumber : 

http://oziekonomi.wordpress.com/materi/materi-kelas-x/masalah-pokok-ekonomi/





Anesia Puji Kinanti


10111842


2KA15

Rabu, 30 Januari 2013

ORGANISASI


Saya akan menjelaskan beberapa bahasan tentang materi tersebut sesuai dengan yang saya ketahui . pada intinya kami belajar tentang Organisasi pada semester ini J
  Disini saya membahas tentang ORGANISASI pada dasarnya adalah sekumpulan atau sekelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih yang dikumpulkan dalam suatu wadah atau tempat yang disatukan untuk bekerja sama mencapai suatu tujuan yang telah disepakati bersama. Contoh dari Organisasi tersebut misalnya seperti OSIS (Organisasi Intra Sekolah) , BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) , Karang Taruna dan masih banyak contoh lainya .
 Didalam Organisasi tersebut akan ada Manajemen dalam Organisasi tersebut yang dimana didalamnya merupakan proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Lalu didalam manajemen tersebut terdapat misi dan visi yang terdapat dalam suatu Organisasi tersebut dimana visi dan misi itu adalah adalah maksud khas (unik)) dan mendasar yang membedakan organisasi dari organisasi-organisasi lainnya dan mengidentifikasikan ruang lingkupnya .

Unsur - Unsur Organisasi : Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama , proses kerja sama sedikitnya antara dua orang , jelas tugas dan kedudukanya masing - masing dan ada tujuan tertentu .-     Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama : Organisasi adalah merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang - orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang - orang untuk melaksanakan suatu kerja sama . Pengertian tempat disini dalam arti menampung atau mewadai keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu .-     Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang : suatu organisasi selain merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses kerja sama sedikitnya antar dua orang . Dalam praktek , jika kerja sama tersebut dilakukan dengan banyak orang , maka organisasi itu disusun harus lebih sempurna dengan kata lain proses kerja sama dilakukan dalam suatu organisasi.-    Jelas tugas kedudukanya masing - masing : Dengan adanya organisasi  maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubungan satu dengan yang lain akan lebih jelas , dengan demikian kesimpulan doubel pekerjaan dan sebagainya akan dapat dihindarkan.-     Ada Tujuan Tertentu : Betapa pentingnya kemampuan meng-organisasi bagi seorang manajer . Suatu perencanaan yang kurang baik tetapi organisasinya akan cenderung lebih baik hasuknya dari pada perencanaan yang baik tetapi organisasi tidak baik

Kemudian didalam Organisasi juga terdapat Macam / Jenis – Jenis Organisasi
Menurut Robert Bierstedt : kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan    kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
- Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah
Dan ini ada macam – macam Organisasi yang ada di dunia misalnya :
UNICEF = United Nations International Childrens Emergency Fund (1946), namun namanya diganti setelah thn 1953 menjadi: United Nations Children’s Fund.
UNESCO = the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (16 November 1945)
WHO = World Health Organization (7 April 1948)
DANIDA = Danish International Development Assistance (Organisasi yg memberikan bantuan kepada negara2 miskin, pengungsi, bencana alam)
ICRC = International Committee of the Red Cross (1863) = Palang Merah, gerakan bantuan kemanusiaan saat bencana alam atau peperangan.
OPEC = Organization of the Petroleum Exporting Countries (1960, anggota 13 negara, termasuk Indonesia)
ASEAN = Association of Southeast Asian Nations = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) ( Dibentuk 8 Agustus 1967, memiliki 10 negara anggota, Timor Leste dan Papua new Guinea hanya sebagai pemantau, dan masih mempertimbangkan akan menjadi anggota.
            Lalu kemudian ada Proses Organisasi Dalam suatu organisasi tentunya dibutuhkan berbagai proses untuk mencapai tujuan dari organisasi itu sendiri, kali ini saya akan membahas proses organisasi dengan cara mempengaruhi dan proses pengambilan keputusan.
1.     Proses Mempengaruhi
Pengaruh adalah suatu kegiatan atau keteladanan yang menunjukan hal baik maupun tidak baik,yang dilakukan secara langsung ataupun secara tidak langsung, sehingga mengakibatkan suatu perubahan perilaku serta kebiasaan, baik itu individu atau kelompok. Elemen – Elemen yang ada di dalam suatu proses mempengaruhi antara lain : Orang yang mempengaruhi , metode yang digunakan untuk mempengaruhi dan orang yang dipengaruhi

2. Proses Pengambilan Keputusan
Proses pengambilan keputusan dalam organisasi ialah kumpulan yang terdiri dari beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama, didalam organisasi rentan terjadinya selisih pendapat begitu juga keputusan dalam mengambil sikap, dapat diartikan cara organisasi dalam pengambilan keputusan. Terdapat 4 metode bagaimana cara organisasi dalam pengambilan keputusan, ke 4 metode tersebut adalah : yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).
Setelah ada Proses Organisasi kemudian saya akan menjelaskan tentang Konflik Dalam Organisasi , pasti setiap Organisasi itu terdapat konflik didalamnya entah yang berasal dari intern maupun dari eksternal Organisasi tersebut . Konflik adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negative . Konflik ini bisa terjadi karena adanya Perselisihan , Kompetisi ( persaingan ) dan lain – lain . Konflik ini juga dapat terjadi antara Individu dan kelompok atau individu antar individu atau bisa juga antara kelompok dan kelompok di dalam Organisasi tersebut .
Strategi Penyelesaian Konflik

Pendekatan penyelesaian konflik oleh pemimpin dikategorikan dalam dua dimensi ialah kerjasama/tidak kerjasama dan tegas/tidak tegas. Dengan menggunakan kedua macam dimensi tersebut ada 5 macam pendekatan penyelesaian konflik ialah :
Kompetisi :Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain. Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
Akomodasi : Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
Sharing : Suatu pendekatan penyelesaian kompromistis antara dominasi kelompok dan kelompok damai. Satu pihak memberi dan yang lain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran moderat, tidak lengkap, tetapi memuaskan.
Kolaborasi : Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
Penghindaran : Menyangkut ketidakpedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.

Itu adalah beberapa cara atau strategi penyelesaian konflik , seharusnya kita didalam Organisasi tersebut harus cenderung saling terbuka antara satu dengan yang lain , tidak menyembunyikan sesuatu hal sekecil apapun karena keterbukaan dalam suatu Organisasi tersebut penting adanya agar kita yang ada di dalam Organisasi tersebut tidak terjadi konflik antara satu dengan yang lainya .
Lalu di dalam Organisasi tersebut ada juga Kepemimpinan dalam Organisasi . Kepemimpinan adalah suatu kemampuan meng-hendel orang lain untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan friksi sedikit mungkin dan kerja sama yang besar , kepemimpinan merupakan kekuatan semangat / moral yang kreatif dan terarah . 
Pemimpin adalah individu yang memiliki program atau rencana dan bersama anggota kelompok bergerak untuk mencapai tujuan dengan cara yang pasti .
             Jadi seseorang pemimpin dalam suatu organisasi itu bisa menjadi contoh untuk para anggotaya , yang selalu bertindak adil tidak memilih kasih antara anggota satu dengan yang lainya , berwibawa dan tegas yang bisa membimbing para anggotanya , mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin , sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinanya .

         Kemudian Komunikasi dalam Organisasi itu sangatlah penting dalam suatu organisasi tersebut . Dengan adanya komunikasi antara satu dengan yang lain nya kita dapat menjalin hubungan yang baik . Komunikasi organisasi terjadi dalam suatu sistem terbuka yang kompleks yang dipengaruhi oleh lingkungannya sendiri baik internal maupun eksternal.
Sedangkan bentuk komunikasi dalam organisasi ada beberapa diantaranya adalah :
Dari segi sifatnya dibagi :
Komunikasi lisan adalah komunikasi melalui ucapan-ucapan/kata-kata/kalimat melalui apa yang dikatakan dan bagaimana mengatakannya. Komunikasi ini dapat dibagi menjadi, komunikasi lisan secara langsung, komunikasi lisan tidak secara langsung dan komunikasi non verbal.
Komunikasi tertulis atau cetak adalah komunikasi dengan mempergunakan rangkaian kata-kata atau kalimat, kode-kode yang mengandung arti yang tertulis atau tercetak yang dapat di mengerti oleh orang lain.


Dari segi lawannya dapat dibedakan menjadi :
Komunikasi satu lawan satu adalah komunikasi antar-pribadi. Komunikasi ini dapat terjadi antara seorang pimpinan dengan bawahan, antara seorang bawahan dengan seorang bawahan.
Komunikasi satu lawan banyak adalah komunikasi antara seseorang dengan beberapa orang dalam suatu kelompok. Komunikasi ini dapat berlangsung antara seorang pimpinan dengan para bawahan pada saat pimpinan memberikan penjelasan tentang kebijaksanaan yang akan ditempuh organisasi, dan antara seorang bawahan yang sedang interview tentang peristiwa yang sedang terjadi.
Komunikasi banyak lawan atau kelompok lawan satu adalah komunikasi antara kelompok dengan seseorang. Komunikasi ini dapat terjadi antara semua anggota organisasi dengan pimpinan organisasi dan antara beberapa orang bawahan dengan pimpinannya.
Komunikasi kelompok lawan kelompok adalah komunikasi antara sekelompok pegawai/karyawan dengan kelompok pegawai.karyawan yang lain.
Dari segi keresmiannya dapat dibedakan menjadi :
Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjadi antara para anggota organisasi, yang secara tegas diatur dan telah ditentukan dalam struktur oragnisasi. Komunikasi formal berhubungan erat dengan proses penyelenggaraan kerja dan bersumber dari perintah-perintah resmi, sehingga komunikasi formal mempunyai sanksi resmi.
Komunikasi informal adalah komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi tetapi tidak direncanakan dan tidak ditentukan dalam struktur organisasi. Komunikasi informal bersifat tidak resmi dan terjadi melalui informasi dari mulut ke mulut sehingga di dalamnya dapat keterngan-keterangan yang tidak resmi dan kurang objektif kebenarannya.
           
            Kemudian didalam Organisasi juga terdapat Pengembangan dan Inovasi dalam Organisasi . Perubahan Organisasi merupakan modifikasi substantif pada beberapa bagian organisasi. Perubahan itu dapat melibatkan hampir semua aspek dari organisasi, seperti jadwal pekerjaan, dasar untuk departementalisasi, rentang manajemen, mesin-mesin, rancangan organisasi, dan sebagainya.
Dorongan untuk Berubah
Alasan mendasar organisasi memerlukan perubahan adalah karena sesuatu yang relevan bagi organisasi telah berubah, atau akan berubah. Oleh sebab itu, organisasi tidak punya pilihan lain kecuali berubah juga. Perubahan ini terjadi karena adanya dorongan untuk berubah, yang berasal dari:
1. Dorongan Eksternal
Dorongan eksternal yang mendorong organisasi untuk mengadakan perubahan berasal dari lingkungan umum organisasi. Adanya aturan baru dalam produksi dan persaingan, politik, hukum baru, keputusan pengadilan, dan sebagainya akan mempengaruhi organisasi. Disamping itu, berbagai dimensi seperti teknologi, ekonomi dan sosiokultural juga mempengaruhi organisasi untuk melakukan perubahan.
2. Dorongan Internal
Pada dasarnya dorongan internal berasal dari dalam organisasi itu sendiri. Adanya revisi strategi organisasi oleh manajemen puncak, akan menghasilkan perubahan organisasi. Dorongan internal lainnya mungkin direfleksikan oleh dorongan eksternal. Misalnya, sikap pekerja terhadap pekerjaannya akan bergeser, seiring bergesernya nilai sosiokultural. Akibatnya mereka menuntut suatu perubahan dalam jam kerja, atau perubahan kondisi kerja.
Dua Jenis Perubahan
Secara umum ada dua jenis perubahan dalam organisasi.
1. Perubahan Terencana
Perubahan terencana adalah perubahan yang dirancang dan diimplementasikan secara berurutan dan tepat waktu sebagai antisipasi dari peristiwa di masa mendatang.
2. Perubahan Reaktif
Perubahan reaktif adalah suatu respon bertahap terhadap peristiwa ketika muncul.

·        Jadi didalam Organisasi itu terdapat manajemen , unsure – unsure , macam – macam , proses , kepemimpinan , komunikasi dan pengembangan & inovasi dalam sebuah Organisasi semua ini dibutuhkan agar semuanya dapat berjalan dengan baik didalam Organisasi tersebut dan kita dapat mencapai tujuan yang sama , ber- Organisasi berarti berani berkomitmen , berani bertanggung jawab , berani menjalin hubungan yang baik dengan orang banyak . Hidup ber – organisasi itu menyenangkan menambah teman , menambah pengalaman juga . Saya sangat suka ber-Organisasi mulai dari SMA saya sudah mengikuti OSIS , dirumah saya mengikuti organisasi karang taruna , dan sekarang saya juga ikut ber-Organisasi di Kampus dan itu sangat banyak manfaat nya :) 


=- Anesia Puji Kinanti
    10111842
     2KA15

Jumat, 06 Juli 2012

Manusia Sebagai Makhluk Budaya


Pendahuluan

Latar Belakang Masalah
Pada jaman serba modern seperti sekarang kesenian – kesenian yang ada di Indonesia ini sudah mulai redup saya ambil satu contoh yaitu kesenian alat music traditional yaitu “ Angklung “ , kita sudah jarang sekali melihat alat music tersebut bahkan di kota – kota besar sudah tidak digunakan mungkin dan terlebih misalnya oleh para boyband dan para girlband yang sedang marak di Indonesia ini lalu juga para musisi misalnya band yang lebih banyak menggunakan alat music modern atau sudah canggih dan lebih bagus untuk dipakai ya misalnya saja gitar listrik dan drum . Keberadaan alat music traditional seperti angklung sudah sangat minim mungkin hanya digunakan di daerah tempat angklung itu berasal tetapi mungkin sampai sekarang tetap saja ada beberapa band yang menggunakan angklung tersebut .


Pertanyaan
Seni traditional Indonesia yang begitu banyak dan beraneka ragam tetapi mengapa tersingkirkan oleh seni modern ?

Konsep
KEBUDAYAAN itu sendiri adalah keseluruhan sistem gagasan , tindakan , dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar .

SOSIALISASI proses yang bersangkutan dengan proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan system sosial .

Pada makalah kali ini saya akan membahas tentanga manusia dan budaya , manusia dan budaya adalah satu hal yang berhubungan antara satu dan lainya saya jelaskan pengertianya dahulu
Manusia …. Pengertian manusia itu sendiri secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budiatau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism).Terbentuknya pribadi seseorang dipengaru
hi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan.
                            Secara kodrati, manusia merupakan mahluk monodualis. Artinya selain sebagai mahluk individu, manusia berperan juga sebagai mahluk sosial. Sebagai mahluk individu, manusia merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri atas unsur jasmani (raga) dan rohani (jiwa) yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Jiwa dan raga inilah yang membentuk individu.
    Manusia juga diberi kemampuan (akal, pikiran, dan perasaan) sehingga sanggup berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya. Disadari atau tidak, setiap manusia senantiasa akan berusaha mengembangkan kemampuan pribadinya guna memenuhi hakikat individualitasnya (dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya). Hal terpenting yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya adalah bahwa manusia dilengkapi dengan akal pikiran, perasaan dan keyakinan untuk mempertinggi kualitas hidupnya. Manusia adalah ciptaan Tuhan dengan derajat paling tinggi di antara ciptaan-ciptaan yang lain.


Lalu kalo Budaya itu sendiri adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

Berdasarkan penggolongan wujud budaya di atas kita dapat mengelompokkan budaya menjadi dua, yaitu: Budaya yang bersifat abstrak dan budaya yang bersifat konkret.
Budaya yang Bersifat Abstrak
Budaya yang bersifat abstrak ini letaknya ada di dalam alam pikiran manusia, misalnya terwujud dalam ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan-peraturan, dan cita-cita. Jadi budaya yang bersifat abstrak adalah wujud ideal dari kebudayaan. Ideal artinya sesuatu yang menjadi cita-cita atau harapan bagi manusia sesuai dengan ukuran yang telah menjadi kesepakatan


Budaya yang Bersifat konkret
Wujud budaya yang bersifat konkret berpola dari tindakan atau peraturan dan aktivitas manusia di dalam masyarakat yang dapat diraba, dilihat, diamati, disimpan atau diphoto. Koencaraningrat menyebutkan sifat budaya dengan sistem sosial dan fisik, yang terdiri atas:perilaku, bahasa dan materi.
a. Perilaku
Perilaku adalah cara bertindak atau bertingkah laku dalam situasi tertentu. Setiap perilaku manusia dalam masyarakat harus mengikuti pola-pola perilaku (pattern of behavior) masyarakatnya.
b. Bahasa               
Bahasa adalah sebuah sistem simbol-simbol yang dibunyikan dengan suara (vokal) dan ditangkap dengan telinga (auditory). Ralp Linton mengatakan salah satu sebab paling penting dalam memperlambangkan budaya sampai mencapai ke tingkat seperti sekarang ini adalah pemakaian bahasa. Bahasa berfungsi sebagai alat berpikir dan berkomunikasi. Tanpa kemampuan berpikir dan berkomunikasi budaya tidak akan ada.
c. Materi
Budaya materi adalah hasil dari aktivitas atau perbuatan manusia. Bentuk materi misalnya pakaian, perumahan, kesenian, alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi, dan alat transportasi.



Dan kalo pengertian dari Kebudayaan itu sendiri …..
            Apa yang kita pikirkan tentang kebuudayaan ? kebudayaan adalah ciri khas dari suatu daerah misalnya kebudayaan adat sunda misalnya tari jaipong yang sejak dulu kala sudah menjadi kebudayaan adat sunda , dan kebudayaan adalah sesuatu yang turun menurun dari generasi satu ke generasi yang lainya dan kebudayaan yang ada itu ditentukam oleh masyarakat itu sendiri . Kebudayaan mengandung nilai sosial , nilai norma ,  ilmu pengetahuan , struktur - struktur sosial , realigi , kesenian , moral , hukum , adat istiadat , dan kemampuan - kemampuan yang lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat .
Setiap orang pasti mempunyai kebudayaan , bagaimana sederhananya kebudayaan itu dan setiap manusia pasti berbudaya dalam arti mengambil bagian dalam mengambil kebudayaan .Budaya bersifat kompleks , abstrak dan luas . Banyak aspek  budaya turut menetukan perilaku komunikatif . Terkadang banyak orang yang sulit berkomunikasi dan beradaptasi dengan kebudayaan lain karena kebudayaan ituberlawanan dengan kebudayaan nya . Kebudayaan sangat erat hubunganya dengan masyarakat , karena kebudayaan itu dimiliki oleh masyarakat itu sendiri . Kebudayaan juga bisa sebagai saran agar lebih mampu berdialog dan lancar dalam berkomunikasi , memiliki penglihatan yang jelas mampu menghargai  budaya yang ada disekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang dan leluhur kita .


Lalu apa hubunganya antara manusia dan kebudayaan ??

         Jelas manusia dan kebudayaan sangat berhubungan erat antara manusia dan budaya misalnya kita sebagai warga Indonesia yang cenderung kebudayaan ke-Timuran apa lagi warga Indonesia yang terkenal akan hangatnya keramahanya jadi kebudayan tersebut sangat melekat pada diri manusia tersebut , kebudayaan itu terlahir juga karena kita diajarkan sejak dini tentang nilai – nilai yang ada di masyarakat yang dapat disebut dengan proses sosialisasi . Misalnya dalam kehidupan sehari apabila kita ingin pergi untuk melakukan aktivitas diluar rumah seperti pergi kesekolah kita selalu berpamitan kepada kedua orang tua dengan mencium tangan kedua orang tua lalu ketika kita juga bertemu dengan orang yang lebih tua kita bisa memanggilnya dengan sebutan yang pantas yang memang lebih tua dari kita misalnya “ Kakak , Mas , Mba , Om , Tante , Bapak , Ibu , Kakek dan Nenek. Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara manusia satu dengan manusia yang lainya dimana dari interaksi dan proses sosialisai itu yang diterapkan didalam kehidupan sehari-hari oleh setiap individu di dalam masyarakat maka terbentuklah suatu pola yang unik dimana pola tersebut berbeda dengan pola yang ada di masyarakat yang lainya yang akhirnya terbentuklah suatu kebudayaan . Lalu dari kebudaayan itu masyarakat yang sudah memiliki pola unik tersebut berulang kembali seperti siklus kepada tahap sosialisasi dimana nilai – nilai yang ada didalam kebudayaan tersebut diwariskan dan dipelajari oleh generasi berikutnya sehingga kebudayaan tersebut terus hidup didalam masyarakat .


Angklung adalah salah satu alat musik traditional yang berasal dari daerah jawa barat , angklung adalah salah satu kebudayaan yang ada di Indonesia dari sekian banyaknya kebudayaan alat music traditional yang ada . Alat musik ini terbuat dari bambu yang digunakan dengan cara angklung tersebut digoyangkan lalu angklung tersebut akan mengeluarkan bunyi yang disebabkan oleh benturan pipa yang ada di dalam angklung tersebut sehingga dapat menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2 , 3 dan 4 dalam setiap ukuran baik bentuk besar maupun bentuk kecil . Tetapi pada saat ini keadaan alat musik traditional ini sudah hamper punah karena tidak dilestarikannya alat musik ini dijaman yang semakin canggih dan modern ini orang – orang lebih menggunakan yang lebih simple misalnya dengan gitar listrik .
Mungkin sekilas bila kita mendengar kata angklung yang sekilas ada dibenak kita adalah alat music yang berasal dari jawa barat , nah di sana tepat nya di bandung ada wisata yang didalamnya diperkenalkan alat musik angklung itu sendiri lalu diajarkan bagaimana cara menggunakan angklung tersebut ya tempat itu bernama Saung Angklung Mang Udjo” .

Saung Angklung Mang Udjo adalah salah satu tempat dimana angklung itu dilestarikan sehingga angklung tersebut tidak kalah menariknyavdengan alat musik yng sudah canggih yang ada pada saat ini . Banyak para turis asing yang berkunjung kesana loh untuk mempelajari bagaimana cara menggunakan angklung tersebut , turis saja sangat tertarik untuk mempelajari dan menggunakanya mengapa kita orang Indonesia yang jelas – jelas mempunyai kebudayaan tersebut tidak ingin melestarikanya J , jangan sampai kejadian seperti diakui nya batik sebagai kebudayaan Malaysia itu terulang , nanti giliran baru diakui Negara lain kita baru melestarikanya , ayo kita sebagai generasi muda lestarikan dan jaga terus kebudayaan Indonesia :D


Dalam menjaga kebudayaan tersbut perlunya agen” sosialisasi dalam hubungan manusia dan kebudayaan :

Keluarga
         Salah satu media sosialisasi yang paling dekat dengan kita ya dari keluarga karena keluarga adalah orang terdekat kita secara langsung atau tidak langsung pun mereka akan menyesosialisikanya . Tidak adanya sosialisasi tentang kebuayaan angklung didalam keluarga itu sendiri bisa saja salah satu menjadi faktor kurangnya minat atau daya tarik kita ke alat musik angklung tersebut , bila misalnya seorang ayah memperkenal kan angklung tersebut pada si anak dan mengajarkannya bagaimana cara menggunakan angklung tersebut mungkin saja si anak itu akan mengenal angklung dan juga bisa menggunakan angklung tersebut dan pasti kemudian nanti si anak tersebut juga akan memperkenalkan alat musik tersebut ke anak nya lagi atau ke generasi dibawah mereka lagi jadi secara tidak langsung memang sosialisasi sangat penting dalam memperkenalkan alat musik angklung ini atau kebudayaan yang lain nya sehingga angklung ini tidak dibiarkan begitu saja dan akhirnya punah . Kebudayaan yang ada di Indonesia ini harus kita lestarikan kepada generasi muda dibawah kita sehingga akan tetap ada dan akan tetap dikenalkan kepada generasi yang ada dibawah kita .

    Teman
          Teman adalah salah satu orang yang kita jumpai setiap harinya , itu juga sebagai salah satu agen dalam menyesosialisasikan angklung tersebut , mereka lebih ingin memperdalam atau sebut saja les alat musik modern misalnya gitar atau drum ketimbang angklung mungkin itu juga sebagai salah satu sebab kita tidak melestarikan angklung tersebut

Lembaga Masyarakat
        Dalam hal ini misalnya Saung Angklung Mang Udjo kurang efektif dalam memperkenalkan siapa mereka ini sehingga banyak orang yang tidak tahu apa saung angklung mang udjo tersebut mungkin dengan cara memperkenalkan secara lebih atau sosialisasi dari daerah satu ke daerah lainya mungkin akan lebih banyak orang yang tahu aoa itu saung angklung mang udjo dan apa itu angklung .

Pemerintah dan media massa :
        Kurangnya peran pemerintah dalam mensosialisikan angklung tersebut dan peran media massa dalam memperkenalkan angklung tersebut pada masyarakat misalnya di iklan sekarang banyak iklan yang memperkenalkan alat musik yang lebih canggih misalnya gitar listrik mungkin mereka juga membayar mahal untuk mengiklan kan iklan tersebut jadi media massa juga lebih tertarik.

Kesimpulan

          Angklung adalah salah satu warisan kebudayaan yang ada di Indonesia harus kita jaga dan lestarikan alat musik tersebut agar tidak punah karena hadirnya alat musik yang serba canggih dan modern pada saat ini ya carannya dengan adanya sosialisasi antara manusia satu dengan manusia yang lainya agar tetap terjaganya kebudayaan tersebut . Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara manusia satu dengan manusia yang lainya dimana dari interaksi dan proses sosialisai itu yang diterapkan didalam kehidupan sehari-hari oleh setiap individu di dalam masyarakat maka terbentuklah suatu pola yang unik dimana pola tersebut berbeda dengan pola yang ada di masyarakat yang lainya yang akhirnya terbentuklah suatu kebudayaan.  Dengan adanya sosialisasi kita dapat menerapkan ke generasi kita selanjutnya jadi siklus itu pun akan berputar dan akhirnya Lalu dari kebudaayan itu masyarakat yang sudah memiliki pola unik tersebut berulang kembali seperti siklus kepada tahap sosialisasi dimana nilai – nilai yang ada didalam kebudayaan tersebut diwariskan dan dipelajari oleh generasi berikutnya sehingga kebudayaan tersebut terus hidup didalam masyarakat.



Daftar Pustaka

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review